Skenario dari Mu

images

 

 

 

 

 

Kerongkongan ku tersekat saat mendengar anjuran dokter,

dr. Adi Nugroho namanya, dia yang menangani ibu ku…

Selalu perih_teriris rasanya setiap kali aku mengantar ibu ku cemotrapi.

Tak terbendung kala melihat luka itu

Mungkin karena kondisinya sudah semakin melemah, tak kuat menahan penyakit dengan antibody yang tersisa.

Tak kuat hati,  tak terkontrol emosi kala melihat  kau hampir terkena stroke ringan, aku menangis didepan mu…,

aku bertanya ‘ ada apa?’, ibu hanya menjawab ‘tidak ada apa-apa’_menyembunyikan kondisi yang sudah kulihat hanya untuk menjaga hati kami anak-anak mu…

Control rutin slalu di jalani

Cemotrapi, minum obat, istirahat….

Oh ibu ku …

Ku Merindukan mu….

Masih ku ingat perjalanan kita..,

Menemani, merawat … itu kesempatan terbaik untuk hidup ku…

Bahwa aku masih diberi kesempatan mendapatkan kenangan-kenangan itu.

Kan ku bawa_ku jadikan bekal untuk menjalani hidup ku selanjutnya…
Ku jadikan bekal di masa tua…
Andai  hati ku telah lebih dewasa..
Andai pola fikir ku telah terbentuk dari dulu…

Takkan ku sia-siakan semua saat bersama mu…

Mengapa tak pernah terfikir untuk mengajakmu “Umroh bersama”, mungkin  kita akan lebih memaknai hidup dengan sempurna…

Ya  Alloh…, mengapa tak pernah terfikir rencana itu…

Apakah dia belum pantas merasakan itu semua…

Adakah rencana indah yang telah kau siapkan untuk dia dan diriku juga semua keluarga ku..

Maaf kan segala kekurangan yang pernah dan masih membentang sepanjang perjalanan hidup kami…

Kami belum bisa menyempunakannya…

Bantu dan berilah petunjuk kepada kami untuk menyempurnakan kehidupan yang semata-mata  untuk beribadah kepadaMu…

Kini…

Ingin ku meneruskan hidup ku…

Berjuang menapaki hidup…

Mencoba menerima sekuat hati atas semua yg kau berikan pada kami…

Mencoba mengerti arti bersyukur atas semua  kebahagian yang telah Kau berikan…

Mencoba mengerti apa arti hidup ini,

Mungkin aku tak kan pernah mengerti… ku hanya berusaha berjalan melewati hari demi hari… dengan sedikit ilmu yg ku punya, kepolosan yg tersisa dan secuil kesabaran yang telah coba Kau berikan dari semua pelajaran Mu…

Ku coba menggambar rencana hidup ku

dengan segala kekurangan ku…

 

Ku miliki pekerjaan yang bisa menghidupi aku sejauh ini, tak bergantung juga tak merepotkan orang lain itu sudah cukup bagi ku…

Akan ku miliki buah hati yang insyaAllah akan ku jaga…

Mungkin tak pernah terbayangkan apa dan masalah apa yang akan datang nanti tapi …

‘Bila kau bersedia ;

“aku punya Kau yang selalu menemani dan menjaga ku”